2 of 9

Ternate 12/09/12

Hari kedua ditemani oleh mbak risna. Mbak risna ini adalah kenalan dr. Fitri, kenal darimana? Ceritanya gini = menpora ada agenda, yaitu membuka wawasan pemuda dengan mengenal bahari. Apalagi Indonesia ini adalah negara maritim, rite? Nah, menpora membawahi banyak perkumpulan, ada yg namanya KPN = kapal pemuda nusantara, ada yg namanya PPN = pertukaran pemuda nusantara. Nah dr. Fit ini ikut yg KPN dan mbak risna ikut PPN. Kalau KPN kegiatannya yg dalam negeri, kayak ikut sail indonesia (yg tahun 2012 ini kebetulan di prov.Maluku Utara, tepatnya di P.Morotai, kalau tempat aku menulis cerita ini di P.Ternate). kalau PPN itu kel luar negeri, kalau mbak risna ke Kanada. Mbak risna ini udah biasa jadi guide buat bule-bule atau tamu-tamu yg dateng ke ternate. Jadi selama perjalanan, mbak risna juga nyeritain, apa yg telah kita lewati, itu bangunan apa, dll.

Lalu kita sarapan bubu, Bubur manado di Bastiong! Kyaaa entah mengapa aku kayak mengenal lebih dekat dengan maria kilis ❀ bubur manado ini enak kok. Dia itu isinya nasi, jagung, sayur (bayam merah, ijo). Jadi dibikin kayak bubur biasa gitu. Kalian tau jenang srobo nggak? Yah, semacam itu, cuman bubur manado ini dia lebih cair, dan rasanya lumayan tawar, makanya kalau makan pakai ikan asin. Selain ikan asin, ada tahu goreng juga. Tahunya tawar rasanya.

Setelah makan bubur, kita mau beli bensin. Antrinya booooo panjaaang. Di p.ternate cuman ada 3 pom bensin. Dan pas itu bensin lumayan langka, karena stok bensi dipindah ke Morotai buat sail itu. Dududududu. Selama di perjalanan, jalanan banyak sekali dengan masjid-masjid sungguh besar. Besar-besar loh masjidnya, almost berlantai dua. Kayaknya aku belom pernah liat yg masjid hanya berlantai satu deh di ternate. Nah, kan inget tuh pelajaran sejarah, kota ternate kan identik dengan islam yg kuat kan? Terbukti dengan masjid-masjid itu menurutku. Dan ada satu hal lagi, saat Bulan puasa nggak dilayani kalau beli makanan, walaupun itu turis. WOW.

Saat perjalanan itu juga, prof.adi bercerita banyak sekali. Beliau itu tahu sejarah betul. Walaupun seorang profesor, tapi tidak melupakan cerita-cerita non ilmiah. Waktu jaman penjajahan atau jaman perang dunia, ternate ini tidak kalah penting sebagai situs bersejarah lho. Malah indonesia timur kan tujuan utama warga-warga asing untuk mencari rempah-rempah kan? Di situlah tidak luput dari kejadianΒ  Kisah kasih antar bangsa. Haha..

Kemudian setelah sarapan, mau janjian ketemu dengan kepala dinkes. Nah, ada yg menarik nih. Kepala dinkes (bu nur baiti), malah yg mau sowan ke hotel kami. Katanya kenal dengan prof. adi. Ternyata eh ternyata, bu nur itu mahasiswa S2nya prof.adi πŸ˜€ hohoho. Tercium deh bau-baunya bu nur mau menjamu prof. adi dan tim (termasuk aku :> kena getahnya). Siang itu bu nur mengajak makan siang. Tapi bu nur bilang, sebentar ya, mau dipesankan dulu, soalnya biasanya lama. Dan siang itu kami berangkat ke sebuah rumah makan, namanya Pondok Katu. Katu? Kata mbak risna, katu itu atap2 di sana, yg pakai kayak jerami gitu. Aku juga nggak terlalu paham πŸ˜›

ADUH. Baru bentar aja makanannya udah dateng. Dan meja-mejanya udah disetting sedemikian rupa. WOW. Makanan silih berganti berdatangan, banyak kali. Dan ini pasti harga-harganya nggak murah! Sampai bingung mau makan yg mana dulu. Yah, prinsipnya, dikit-dikit aja, yg penting semuanya nyobain πŸ˜› hekekek. Serba ikan-ikan masakannya. Untuk appetizer, ada sup asparagus jagung. Supnya enak cekaliii. Habis itu keluarlah ikan dengan berbagai jenis masakannya, yg aku nggak tau namanya. Trus ada es kelapa muda yg superbesar. Daging kelapanya tebal, tapi masih muda. Nggak kayak di jogja, kayak kambil yg buat bikin santan. Haha namanya juga rumah makan, pasti udah pilihan ya! Akhirnya sudah kenyang, dan semua sudah dicoba, eh ada satu yg nggak aku cobain, ayam kremes. Haha.

Habis itu pulang ke hotel. Bu nurnya mau ada rapat soalnya. Trus bilang, malemnya mau diajak makan malam. WOW. Cant wait. Sampai hotel, ya istirahat bentar gitu. Trus dr. Fit pamit, mau pergi ketemu sama temen2 di KPNnya dulu katanya, sama mbak risna juga. Yaudah, trus aku sendirian di hotel. Beberapa lama kemudian, sekitar jam 16.15 WIT, dr. Fit nelfon, katanya mau diajak masuk ke KRI (kapal republik indonesia) yg sedang berlabuh di pelabuhan ahmad yani. WAAAAA. Oke. Akhirnya kami menuju ke ahmad yani. Katanya jam 17.00 awak kapal sudah mau apel, kalau mereka sudah apel, kita nggak boleh masuk. Kyaaaaa. Ya emang pelabuhan dengan hotel nggak terlalu jauh sih. Tapi kami belom pernah masuk ke pelabuhannya. Dan sempet salah masuk pelabuhan. Hahaha. Maklum, ternate langsung ketemu laut, jadi banyak sekali pelabuhan-pelabuhan kecil. Tapi alhamdulillah ketemu pintu masuk ahmad yaninya. Daaaaaan ada dua KRI yg super besar, dan prototypenya mirip! Mereka adalah KRI soeharso dan KRI surabaya! Kri soeharso ini adalah kapa medis. Jadi di dalem kapal disetting kayak buat pelayanan kesehatan gitu. Kalau misalnya di indonesia ada bencana alam, ex tsunami aceh beberapa tahun silam, kri soeharso ini yg dikirim ke sana. Jadi di kapalnya ada tanda + merah gitu. Nah, yankesnya kri soeharso itu namanya surya baskara jaya. Nah, mengapa mereka ada di ahmad yani? Karena mereka mau berangkat ke sail morotai..

Nah, tapi aku nggak ke kri soeharsonya, kayaknya nggak boleh masuk. Tapi masuknya di kri surabaya. Nah padahal nggak sembarang orang boleh masuk KRI lho! Sooo lucky yah. Soalnya waktu itu dr. Fit ada temen yg ikut sail morotai itu. Jadi boleh deh masuk, sekaligus diceritain, ini bag.kapal apanya, buat apa, isi-isinya. Begitu.. di pelabuhan itu, di tengah laut ada pulau. Pulau tidore dan maitara.

Yah, gunung dan daratan itu sangat tipis jaraknya kalau di ternate ini. Kalau di tidore juga sepertinya begitu. Kalau aku bilang sih. Ternate ini adalah kaliurangnya kalau di jogja. Jadi gunungnya sangat dekat dengan kita! Hoho. namanya gunung gamalama. Hubungan dengan dorce gamalama apa? Mari kita search!

Nah, malam sudah tiba. Bu dinkes sudah menghampiri di hotel. Lalu menujulah kita ke suatu tempat, awalnya aku nggak tau mau kemana. Ternyata mau ke restoran Floridas! Lumayan jauh tempatnya dari hotel. Nah, orang-orang sana bilang, kalau mau lihat viewnya yg ada di selebaran duit seribu rupiah, lihatlah dari floridas πŸ˜€ tapi berhubung ke sananya malem, ya nggak keliatan apa-apa. Hahaha.. aku menebaknya ada pulau panjang di hadapanku. Tapi…tunggu cerita selanjutnya πŸ˜› OKE? Nah, nunggu makanannya itu lamanyaaaaaaaaa puwol. Haha. Mana sering mati listrik pula. Sejak perjalanan sudah mati ternatenya. Gelap. Akhirnya datang juga, tapi appetizernya dulu, ada pisang goreng, kacang goreng dan minuman jahe kenari. Pisang gorengnya lucu, makannya pakai sambel! Kata bu dinkes, harusnya pesen pisang mulutbebe, tapi habis, jadi adanya pisang biasa. Nanti cari di jalan aja pisang mulutbebenya. Kalau jahe kenarinya sangat keras rasanya, yg keras jahenya, bukan kenarinya. Aku nggak suka. Oke, aku sudah bisa memilih mana yg aku suka atau enggak πŸ˜€

Nah selama menanti makanan, dr. Fit crita banyaaak banget. Tentang sail indonesia. Wuh ceritanya seru-seru. Jadi dr. Fit udah dua kali ikut sail indonesia, waktu tahun 2010 di sail banda, dan 2011 sail bangkabelitung. Harusnya tahun 2012 ini dr. Fit juga diajak ikut sail morotai, tapi pas kebetulan juga penelitiannya di ternate, jadi nggak ikut aja.

Nah, ceritanya dr. Fit itu tentang mitos dewa neptunus! *langsung ke inget perahu kertas xD* mau tau ceritanya? Temui aku πŸ˜› seru deh. Setelah mendengar ceritanya tentang dewa neptunus, maudy ayunda tau gak e kalau dewa neptunus kayak gitu πŸ˜›

Akhirnya makanan datang. Eh bukan darang sih, tapi kita yg moving ke dalem, tadi ceritanya pas makan pisang tuh di luar gitu, benar-benar menghadap laut, di pinggir tebing gitu. Nah, lagi-lagi…makanannya banyaaaaaaak banget. Bingung milihnya. Tapi ya pakai prinsip makan siang tadi πŸ˜› nah yg aneh adalah, ini ikan kok kering yah..ternyata kalau mau makan musti disiram dulu, pakai namanya β€œcolo-colo” hahahaha. Udah terlanjur habis dan kenyang. Ya, as usual, menu utama adalah ikan-ikanan. Entah, habis berapa duit nih. Hihihi. Berkat prof.adi menurutku.

Udah kenyang, ternyata bu dinkes tidak lupa akan janjinya untuk membelikan pisang mulutbebe! Ya ampun…udah kenyang ini…nggak kuat lagi. Akhirnya berhenti di pinggir jalan. Pisangnya panjang-panjang. Yah, disebut mulutbebe karena emang bentuknya kayak mulut bebek. Panjan gitu. Dan ada dua jenis. Pisang yg masih mentah dan sudah matang. Yg mentah itu bener2 keras gitu waktu dikupas, dan diiris. Oya, ngupas pisang pakai pisau lho! Setelah dipotong tipis-tipis, trus langsung digoreng, tanpa dikasih bumbu. Nggorengnya agak lama. Nah, pas nunggu itu, barus sadar, ternyata angkot di ternate itu suka nyetel musik dan kenceng bagnet suaranya. Wah..nggak habis pikir, gimana kuping para penumpangnya..

Setelah matang, ngicipin. Jebul…yg pisang mentah tadi, rasanya kayak kripik pisang, tapi yg nggak berasa, jadi asli rasa pisangnya. Kalau yg pisang matang, jadinya ya kayak pisang goreng gitu. Kalau aku lebih suka yg pisang matang. Hehe. Nggak habis kan, trus suruh mbawa pulang sama bu dinkesnya.

Oke. Hari kedua ternate ditutup dengan makan pisang mulutbebe itu. Alhamdulillah πŸ˜€

Penambahan vocab ternate =

Kita = saya

Ngana = kamu

Noni = kalian

saya = iya

tarada = tidak ada

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

About daldildul

suka banget makan bakpao
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s