untuk AWE

Bulan mengintip jauh di balik awan.

Mengintip delapan perempuan.

 

Malam begitu gelap, sempurna.

Kami tetap melaju dengan roda dua.

 

Perjalanan pulang dari desa binaan.

Tanpa seorang pejantan.

 

Tapi tak apa.

Semua tidak sia-sia.

 

Kulalui sebuah peristiwa.

Kulihat segerombolan preman

di pinggir jalan.

 

Namun, bukan preman profesi mereka.

Justru para sukarelawan.

 

Tubuhku gemetar,

adik kami, anak kami, sahabat kami,

ngglesot di pinggir jalan di antara orang-orang yg kuanggap preman.

 

Saat itu sudah larut malam, bagi kami seorang perempuan.

Bukan rumah tujuan utama kami, tapi rumah sakit.

 

Ekstremitas lengkap terluka.

Kulit membuka,

darah mengudara.

 

Malam itu begitu panjang,

bagi para pejuang. Amin.

-0409-

Advertisements

About daldildul

suka banget makan bakpao
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s