jangan kalah

yayasan siswa ameng beksa, suatu yayasan yang peduli dengan kebudayaan tari. sudah berdiri sejak lama sekali, aku lupa tahunnya, terletak di jalan kadipaten kidul nomer 49 (kl gak salah, pokoknya di sana ada pendapa gtu, didepannya ada tempat yang buat nikah2, deket pasar ngasem juga).

kebetulan kemaren tgl 30 adalah hari untuk ujian kenaikan tingkat. dua tarian di ujikan di situ, jadi orang yang hadir lumayan banyak, dan akan merasa menjadi orang yg asing 😀

dari ruang yang digunakan untuk ganti pakaian, terdengar orang bercakap dengan bahasa inggris, dalam benak “wah keren berlatih bahasa inggris”. tapi ternyata di situ memang ada bule gtu, ngajak omong sama org yang ia temui. blablabla.

ternyata maskud si bule dateng ke situ yaitu : ingin ikut latihan bernari! :O wah! orang luar (bukan WNI) aja pengen nari2 milik tarian aseli Indonesia, tapi gmana dengan bangsa Indonesia sendiri? yg saya ketahui, remaja saat ini lebih memilih untuk menari yang lebih jingkrak2 (modern dance-red) daripada tradhisional dance yang begitu menawan sehingga orang luar tertarik untuk mempelajarinya.

lanjut lagi, setelah selesai bercengkrama dengan (saya pikir lho) pemilik YSAB tersebut, kemudian entah mau kemana tuh bule, tapi :O dia naik sepeda! onthel lagi! 😀 hmmmm seantusias itukah bule itu dengan apa yg ada di Indonesia (khususnya Jogja)?

sebenernya budaya di Indonesia (khususnya Jogja) tuh keren banget (iya dooonk)! banyak orang luar yang tertarik dateng ke Indonesia hanya untuk memepelajari budayanya 🙂

ya intinya, pemilik budaya itu sendiri jangan sampai tersaingi oleh orang yang bukan pemilik dari kebudayaaan tersebut, setidaknya sebagai pewaris kebudayaan ya taulaaah tentang budaya sendiri, dikit aja gak papa, kl banyak lebih bagus itu 😀

Advertisements

About daldildul

suka banget makan bakpao
This entry was posted in lupa kasih kategori and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to jangan kalah

  1. Ghani Dhyaksa says:

    iya, bener-bener memprihatinkan 😦
    sampai-sampai kalo SMA mau belajar nari musti sembunyi-sembunyi..
    les nari tradisional ndak pernah dibangga-banggain kaya kalo les basa prancis atau les ikebana ..

  2. daldildul says:

    hihih dulu aku sembunyi2, sekarang udah sedikit bangga sih. 😀
    mbok kamu diterusin 🙂

  3. banggani says:

    haha udah ga begitu interested. dulu sih iya.. kalo sekarang saya udah terlalu banyak target yang lebih terprioritas e .. 😀

  4. daldildul says:

    hhiihi
    ya semoga targetmu tercapai 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s